Oleh : Muhammad Rustam
Forum Komunikasi Mahasiswa Wawo (FKMW) Makassar merupakan salah satu lembaga kemahasiswaan skala kecamatan dengan berlabelkan daerah Bima yang berada di Makassar. FKMW Makassar sebagai lembaga kader sekaligus lembaga atau wadah pemersatu mahasiswa Wawo yang berada di Makassar diharapkan mampu mengakomodir segala potensi dan aspirasi seluruh mahasiswa Wawo Bima di Makassar demi terciptanya insan religius, berwawasan kebangsaan, berpola pikir global dan dinamis serta berorentasi kerakyatan dan kedaerahan menuju masyarakat madani. Hal itulah yang sekiranya dapat menjadi tongkat penuntun kader-kader FKMW Makassar untuk kemudian mampu berkiprah dan memberikan sumbangsih besar yang sangat berarti bagi perubahan masyarakat (Dou Dana Labo Rasa), untuk itu kader FKMW Makassar wajib turut andil dan berpartisispasi dengan sepenuh hati dalam memberikan komstribusi yang nyata untuk masyarakat, demi tercapainya tujuan yang diharapkan bersama.
Latar belakang berdirinya FKMW Makassar, berawal dari rasa keprihatinan beberapa mahasiswa Wawo yang ada di Makassar dengan melihat kondisi realitas dan kondisi idealitas mahasiswa Wawo di Makassar yang tidak memiliki wadah untuk berkumpul dan bersatu dalam menjalin hubungan komunikasi dan silaturrahmi dalam bingkai kekeluargaan Uma Lengge serta tidak adanya wadah untuk menampung aspirasi dan pikiran-pikiran cerdas mahasiswa. Dengan melihat kondisi tersebut beberapa mahasiswa Wawo pada saat itu yang peduli terhadap penyatuan mahasiswa Wawo di Makassar mencoba meramu dan mengkaji, apa yang sepantasnya harus dilakukan guna silaturrahmi dan komunikasi mahasiswa Wawo bisa terbangun.
First step mulai dirancang, dari rancangan inipun sekelompok mahasiswa Wawo yang sekarang dinobatkan sebagai Badan Perumus Organisasi yaitu terdiri dari kakanda Abdul Salam, Rasyidin, Shoalihin, Fharullah, Aji, Syukrin, dan Jainuddin merembuk dan merapatkan suatu barisan guna membicarakan eksistensi Mahasiswa Wawo kedepannya. Tepatnya Pada Hari Rabu Tanggal 02 Februari 2010 yang bertempat di Kontrakan Kanda Ardiansyah (Bendo) Jalan Monomen Emi Saelan No. 42. Bangunan kecil sebagai kontrakan mahasiswa ini menjadi saksi bisu lahirnya organisasi baru yang kemudian diharapkan mampu menjadi mediator terciptanya sebuah silaturrahmi yang solid dalam bingkai kekeluargaan antar mahasiswa Wawo dan Orang Tua (Sesepuh Wawo) yang ada di Makassar. Organisasi baru inipun tidak didirikan begitu saja, organisasi ini memiliki landasan dan pijakan yang jelas yaitu asas, manfaat dan arah kedepannya sudah dipikirkan secara matang oleh badan perintis organisasi dengan harapan dapat terus melekat dengan kuat ditubuh FKMW Makassar. Sebelum berdirinya organisasi FKMW Makassar sebenarnya sudah terbentuk wadah pemersatu mahasiswa Wawo di Makassar yaitu Komunikasi mahasiswa Wawo Makassar (KOMAWAMA), namun wadah ini bukanlah wadah tetap atau organisasi formal. Wadah ini dibentuk hanya bersifat sementara yaitu ketika ada kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Daerah Bima saja.
Beberapa hari kemudian, diadakanlah Musyawarah Besar (MUBES) I yang dilaksanakan pada tanggal 06 Februari 2010 bertempat di Benteng Somba Opu Makassar, guna mencari sosok pemimpin yang akan menahkodai kapal baru tersebut. Dalam Kegiatan perdana tersebut para mahasiswa yang terlibat, aktif mengkaji serta mendiskusikan banyak hal, mulai dari pembahasan Manual acara, tata tertib, pembahasan AD/ART dan pemilihan ketua umum baru, yang sebelumnya menjadi karateker (Ketua Umum Sementara) adalah Kakanda Fahrullah.
Dari hasil MUBES I tersebut terpilihlah kakanda Rasyidin , seorang mahasiswa jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Ujung Pandang angkatan 2006 yang akan menjadi nahkoda pertama yang akan membentangkan layar kapal barunyanya ke arus mana yang akan mereka tempuh. Nahkoda yang akan mengantarkan mahasiswa FKMW Makassar ke pelabuhan mana yang akan dituju (Tujuan bersama).
Berselang satu bulan kemudian setelah dilaksanakannya MUBES I, kemudian dilaksanakanlah Pelantikan dan Rapat Kerja (RAKER) I FKMW Makassar yang dilaksanakan pada tanggal 06 Maret 2010 di Tanjung Bayang Makassar, guna membahas dan merancang program-program kerja yang akan dilaksanakan selama satu periode kepengurusan ke depannya. Dalam membantu melaksanakan tugasnya sebagai ketua umum kakanda Rasyidin dibantu oleh wakil ketua Umum yaitu Kakanda Ahmad Muhsin, mahasiswa Pendidikan Sejarah UVRI Makassar angkatan 2007. Dalam melaksanakan tugas dan tanggug jawabnya, Kepengurusan perdana FKMW Makassar berhasil melaksanakan beberapa program kerja termasuk program kerja andalannya yaitu kegiatan Sunatan Massal dan pemeriksaan kesehatan gratis yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Umum Desa Raba pada saat Liburan bulan Ramadhan tahun 2010 silam.
Satu periode kepengurusan telah dilaksanakan oleh kepengurusan kabinet kakanda Rasyidin dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi, maka agenda selanjutnya adalah pelaksanaan Musyawarah Besar (MUBES) II FKMW Makassar dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2011 bertempat di jalan Baruga Raya Antang lorong 1 (Samping UVRI Makassar). Dalam pesta demokrasi FKMW Makassar yang kedua ini, kakanda ADI SURYATMAN terpilih sebagai formatur ketua umum FKMW Makassar periode 2011-2012, beberapa bulan kemudian, mahasiswa jurusan Teknik Pembangkit Energi Politeknik Negeri Ujung Pandang Angkatan 2009 ini mengundurkan diri dengan berbagai pertimbangan. Salah satu pertimbangannya pada saat itu adalah adanya sedikit konflik dan gesekan yang terjadi dipihak internal yang akhirnya berimplikasi pada lemahnya kondisi dan stabilitas kelembagaan, sehingga dengan sangat terpaksa harus dilaksanakan Musyawarah Luar Biasa (MUSLUB) pada bulan Mei 2011 yang bertempat di Tanjung Bayang Makassar, guna memilih kembali nahkoda baru yang akan melanjutkan tongkat ekstafet kelembagaan.
Dalam Musyawarah Luar Biasa (MUSLUB) FKMW Makassar terpilihlah kakanda AZWAR, mahasiswa Pendidikan PKn UVRI Makassar angkatan 2009, yang kemudian diharapkan mampu menjadi promotor, motivator, inisiator dan juga aktor utama dalam melanjutkan tongkat ekstafet organisasi FKMW Makassar. Kurang lebih satu bulan kemudian, dilaksanakanlah Pelantikan dan Rapat Kerja (RAKER) II FKMW Makassar yang dilaksanakan di Jalan Baruga Raya Antang Lorong 1. Dalam menjalankan amanah organisasi, ketua umum dibantu oleh saudara Abdurrahman (seorang mahasiswa Kesehatan Masyarakat UVRI Makassar angkatan 2010) sebagai Sekretaris Umum FKMW Makassar Periode 2011-2012. Namun apa yang diharapkan atau dicita-citakan tidak berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan bersama. Kegiatan yang diagendakan dalam RAKER tidak berjalan dengan efektif, hal tersebut terbukti dengan kurangnya jalur koordinasi antara pengurus yang seakan-akan merasa tidak memilki tanggung jawab terhadap apa yang telah diamanahkan kepadanya, sehingga beberapa anggota pada saat itu mendesak pengurus agar secepatnya mengadakan Musyawarah Besar (MUBES) III untuk merumuskan kembali konstitusi lembaga dan memilih kembali ketua umum yang kemudian diharapkan bisa membawa aroma perubahan terhadap kondisi organisasi yang kurang sehat tersebut.
Musyawarah Besar (MUBES) III FKMW Makassar dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2012 di Tanjung Bayang Makassar. Dalam kegiatan MUBES III tersebut ada sesuatu hal yang dirasa sedikit janggal dan kurang dari apa yang biasa dilaksanakan pada MUBES-MUBES pada umumnya yaitu tidak adanya aganda Pembacaan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dikarenakan tidak adanya persiapan dari pengurus dan tidak hadiranya pengurus-pengurus inti pada pelaksanaan MUBES III. Adalah Kakanda ARIFUDDIN (Yonk) seorang mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Makassar (UNM) angkatan 2009 yang dinobatkan sebagai formatur terpilih secara Aklamasi (Calon Tunggal). Tidak sampai satu bulan pasca pelaksanaan MUBES III, tepat pada tanggal 9-10 Juni 2012 dilaksanakanlah Pelantikan dan Rapat Kerja (RAKER) III FKMW Makassar di Gedung UIN Alauddin Makassar (Kampus 1). Sekretaris Umum pada ssat itu adalah Muhammad Rustam (Pendidikan Seni Rupa UNM Angkatan 2011) dan Bendahara Umum adalah Yunda Siti Hadjar (Pendidikan Fisika UNISMUH Angkatan 2009).
Kakanda Arifuddin Yonk dengan karakternya yang kritis dan tegas menjadi harapan besar semua elemen FKMW Makassar untuk kemudian bisa membangkitkan kembali semangat juang dan mengatasi krisis loyalitas yang terjadi di kubu FKMW Makassar. Kepercayaan tersebut terbayar lunas pada awal periode kepengurusan, hal tersebut terbukti dengan terlaksananya kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) II FKMW Makassar yang dilaksanakan pada tanggal 23-24 Juni 2012 di Tanjung Bayang Makassar. Namun seiring berjalannya waktu, Kesenjangan antara harapan dan kenyataan menyelimuti bingkai organisasi yang telah diamanahkan. Betapa tidak Dinamika Kelembagaan yang begitu kompleks dengan berbagai tantangan dan ancaman ditambah perbedaan pandangan dan kurangnya kesadaran berorganisasi para mahasiswa-mahasiswa wawo membuat perjalanan organisasi mengalami kesenjangan tanpa kegiatan yang jelas. Salah satu penyebabnya adalah ketua Umum menyelesaikan Study pada tahun 2013 dan belum sempat melaksanakan MUBES, sehingga secara konstitusional ketika ketua Umum berhalangan tetap dan tidak tetap maka yang akan menggantikan peran ketua Umum adalah Sekretaris Umum, yaitu Muhammad Rustam pada saat itu menjadi Pnanggung Jawab Sementara (PJS) Ketua Umum sampai terlaksananya MUBES IV.
Dengan melihat kondisi realitas dan kondisi idealitas organisasi yang mengalami kemandekan dalam kurun waktu sekitar dua tahun tersebut, maka beberapa anggota berinisiatif untuk membentuk Panitia MUBES IV. Sekitar satu bulan pasca terbentuknya kepanitiaan MUBES IV FKMW Makassar, maka dengan kegigihan dan keaktifan panitia dalam menjalankan tugas dan perannya MUBES IV FKMW Makassar akhirnya terlaksana tepat pada tanggal 03-04 April 2014 di tanjung bayang Makassar. MUBES IV FKMW Makassar mengahsilkan keputusan bahwa RIDWAN seorang mahasiswa Teknik Pertambangan UVRI Makassar angkatan 2012 terpilih secara demokrasi. Pada saat itu antusias dan optimisme yang tinggi yang ditunjukan oleh anggota dan senior-senior FKMW Makassar dengan harapan terpilihnya ketua/nahkoda baru FKMW Makassar tersebut bisa memberikan warna baru dan semangat baru untuk mengembalikan aura kejayaan FKMW Makassar seperti yang telah ditorehkan oleh orang-orang terdahulu. Harapan yang sebenarnya dilakukan oleh ketua umum yang baru adalah bagaimana cara penguatan kembali internal kepengurusan dengan membangun sebuah kesepahaman dan kesamaan presepsi serta konsepsi dilingkungan internal pengurus mengenai bentuk, peran, tugas, fungsi, dan mekanisme kerja lembaga FKMW kedepannya.
Namun lagi-lagi kesenjangan antara harapan dan kenyataan menyelimuti bingkai organisasi yang telah diamanahkan. Betapa tidak Dinamika Kelembagaan yang begitu kompleks dengan berbagai tantangan dan ancaman ditambah perbedaan pandangan dan presepsi serta krisis loyalitas dan kurangnya kesadaran berorganisasi para mahasiswa-mahasiswa wawo membuat perjalanan organisasi mengalami kesenjangan dan kefakuman dalam kurung waktu yang cukup lama yaitu sekitar dua tahun. Namun sebuah kesyukuran pada awal tahun 2016 Semangat tersebut kembali tertanam pada diri anggota muda FKMW Makassar angkatan 2013, 2014, dan 2015 dengan melakukan pertemuan yang cukup rutin dalam rangka menumbuhkan kembali kebersamaan antar mahasiswa wawo di makassar, sehingga dari kebersamaan tersebut melahirkan kesepakatan untuk melakukan Rekonstruksi terhadap kondisi organisasi yaitu dengan melakukan pemiilihan kembali ketua baru dalam Pesta Demokrasi Musyawarah Luar Biasa (MUSLUB) FKMW Makassar yang dilaksanakan pada tanggal 26-27 Maret 2016 di Tanjung Bayang Makassar.
Terpilihnya MUHTAR (Erros), seorang mahasiswa Teknik Pertambangan UVRI Makassar angkatan 2013 pada kegiatan Musyawarah Luar Biasa (MUSLUB) FKMW Makassar, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja (RAKER) IV yang dilaksanakan pada tanggal 16-17 April 2016 di Tanjung Bayang Makassar, menjadi titik awal perjalanan organisasi guna merekonstruksi paradigma berpikir dan gerakan dalam menata kembali kelembagaan yang lebih baik. Kolektifitas dan Spirit berlembaga yang ditunjukan oleh pengurus dan anggota FKMW Makassar Periode 2016-2017 dengan melakukan penguatan kembali internal kepengurusan dengan membangun sebuah kesepahaman dan kesamaan presepsi serta konsepsi di lingkungan internal pengurus FKMW, sedikit demi sedikit semakin menemukan Chemistry (kekompakan). Hal tersebut terbukti dengan terlaksananya beberapa kegiatan seperti Up Greading Pengurus Dan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) III FKMW Makassar dalam kurung waktu satu bulan, selain itu rutinitas pertemuan dan komunikasi yang lancar membuat anggota dan pengurus selalu ingin bersama dan mengadakan kegiatan, Semoga semangat dan loyalitas yang ditunjukan oleh pengurus dan anggota tersebut tetap terjaga keutuhannya. Amin...! Barakallahu..
Proyeksi Ke Depan
Dinamika kelembagaan ke depan adalah suatu Dinamika yang mengarah pada satu kondisi dimana pengaruh globalisasi dan distorsi kebudayaan semakin memarjinalkan kaum masyarakat awam bahkan berimbas pada pergerakan-pergerakan dan kegiatan-kegiatan mahasiswa. Tidak ada yang lebih indah dari sebuah kebersamaan terbingkai indah dalam Harmonisasi kekeluargaan dengan kesepahaman Visi Misi Organisasi yang didesain kolektif oleh Masyarakat Forum komunikasi Mahasiswa Wawo (FKMW) Makassar, karena dengan inilah akan melahirkan generasi besar yang tentunya menjadi garda terdepan dalam barisan perjuangan kita. Sekaligus perlu disadari bhwa persoalan kaderisasi adalah factor terpenting dalam dunia kemahasiswaan dan keorganisasian sebagai senjata ampuh mengahadapi hantaman gelombang tirani penindasan dimasa yang akan datang, karena persoalan kaderisasi harus menjadi agenda terpenting oleh saudaraku para pejuang dan pelanjut tongkat Ekstafet organisasi Forum komunikasi Mahasiswa Wawo (FKMW) Makassar, Begitu pula dengan budaya-budaya intelektualitas (Literasi) yang semakin hari semakin meredup seperti kajian, yasinan bersama, serta berbagai latihan-latihan kader lainnya. Ke depan mesti dihidupkan Kembali Karena hanya dengan inilah organisasi kita tercinta FKMW Makassar akan kuat sesuai dengan impian dan harapan kita bersama. Amiiiiiinnnn…..!!!!
LANJUTKAN, Kapoda..
HIDUP FKMW MAKASSAR...!
Nggahi Rawi Pahu, Katedi Rawi loa
Komentar
Posting Komentar