KONFIGURASI KULTUR POLITIK GLOBAL; BANGKITNYA KESEJAHTERAAN BUDAYA MENUJU INDONESIA YANG BERMARTABAT
Oleh : Muhammad Rustam
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang Demokrasi, Demokrasi dalam
arti sederhana adalah kedaulatan tertinggi ada ditangan rakyat, selain itu
bangsa indonesia adalah bangsa yang multikultural atau bangsa yang memiliki
kekayaan dan keberagaman budaya yang sangat besar, akan tetapi dengan kekayaan
dan keberagaman budaya yang cukup besar tersebut bangsa indonesia belum
mencerminkan kearifan budaya lokalnya sebagai bangsa yang berakarakter dan
berbudaya. Hal tersebut bisa kita lihat dan rasakan bersama dengan masuknya
berbagai macam budaya-budaya asing ke indonesia di era globalisasi ini,
akhirnya masyarakat indonesia lebih mencintai budaya-budaya luar dibanding
denga budaya lokalnya sendiri, maka disinilah tergerus bahkan matinya kearifan
lokal indonesia sehingga muncul petanyaan apakah Indonesia adalah bangsa yang
bermartabat ?
Salah satu misi atau tujuan bangsa Indonesia adalah terciptanya
masyarakat Indonesia yang bermartabat, untuk membangun bangsa yang bermartabat
ini haruslah dimulai dengan Manusianya dan manusia yang bermartabat adalah
manusia yang berkarakter dan memiliki moralitas bukan sekedar intelektualitas,
dan untuk membentuk manusia yang berkarakter inilah yang menjadi tantangan
besar kita pada hari ini. Sistem pendidikan yang diwarnai dengan politisasi dan
komersialisai apakah mampu melahirkan manusia-manusia yang berkarakter,
kegagalan dalam membentuk manusia yang berkarakter ini akan berimplikasi pada
lahirnya generasi-generasi yang korup dan bermental APOLOGETIK. Apologetik
adalah manusia yang hanya pandai berkicau, pandai berargumen, dan pandai
berretorika semata tanpa ada implementasi dan action yang nyata.
Dalam membangun
bangsa Indonesia yang bermartabat kita harus menghadapi tantantangan-tantangan
yang kemudian muncul di era globalisasi ini, baik tantangan yang terjadi dalam
ruang lingkup Internal maupun Eksternal, salah satu contoh tantangan yang harus
kita hadapi ke depannya adalah tantangan politik global, karena pada tahun 2015
ini akan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Global (MEA) yaitu sebuah kontrak
kerjasama multilateral negara-negara ASEAN dalam persaingan pasar bebas di
kawasan Asia Tenggara untuk kemajuan di biadang Ekonomi, Selain itu tantangan
ynag harus kita hadapi bersama adalah Hegemoni barat seperti Rekayasa konflik
Global yang dimainkan oleh bangsa lain, oleh karena itu dalam hal ini kita
harus melihat dengan prespektif yang jeli, jangan sampai kita dijadikan sebagai
kambing hitam yang akan diperbudak oleh bangsa lain.
Dalam
menghadapai tantangan-tantangan tersebut langkah awal yang harus kita lakukan
adalah pembangunan Ideologis untuk perubahan sosial masyarakat, dari
tradisional ke moderen, masyarakat tertutup menjadi terbuka. Ideologi yang
kemudian harus dibangun adalah ideologi Liberalisme (kebebasan), Sosialisme (kesamaan), komunisme (kepentingan masa depan), Militerisme (keamanan dan kestabilan nasional), dan Agama (keselamatan akhirat). Dalam pembangunan ideologis tersebut kita
harus siap dengan konsekuensi atau
dampak yang terjadi seperti halnya penguasa cenderung memanfaatkan
pembengunan Ideologis sebagai alat Eksploitasi dengan menggunakan teori nilai
umum untuk menentukan Ideologi mana yang paling benar.
Kembali lagi kepada hakikatnya
manusia adalah tujuan utama pembangunan, jadi Humanisasi merupakan hal yang
sangat Urgen dalam menjadikan manusia yang berkarakter dan bermartabat dalam
membentuk bangsa yang bermartabat, dalam rangka memebentuk manusia Humanis yang kemudian menjadi harapan
kita semua haruslah dimulai dengan hal yang bersifat Fundamental karena
perubahan-perubahan besar itu dimulai dengan hal-hal yang kecil. Dalam hal ini
ada program yang ditawarkan oleh pemerintah yaitu pendidikan karakter dan
revolusi mental versi Joko widodo, yang menjadi pertanyaan kemudian apakah
program yang kemudian sudah diterapkan ini dilaksanakan dengan total atau
setengah-setangah, menurut kaca mata saya jangan terlalu mengandalkan sistem
yang kemudian menjadi kebijakan pemerintah dan lembaga pendidikan, langkah
kongkrit pertama yang harus kita lakukan adalah kesadaran diri sendiri yaitu
memperbaiki pola pikir, moral, dan karakter diri yang kemudian bisa mengubah
karakter dan mengembalikan kearifan lokal bangsa menuju indonesia yang
bermartabat. Hanyalah bangsa yang brkarakter, berprinsip dan bermartabat yang
kemudian bisa bersaing dengan bangsa-bangsa luar yang sudah terlebih dahulu
maju dan menguasai segala sektor baik ekonomi, politik, pendidikan, dan hukum.

Komentar
Posting Komentar